SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mendorong desa agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Salah satu strategi yang dikembangkan adalah melalui program desa tematik, yang mengarahkan setiap desa untuk memiliki sektor unggulan sesuai karakteristik, sumber daya, dan peluang ekonomi yang dimiliki.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Konsep desa tematik tidak sekadar memberikan identitas bagi sebuah desa. Lebih jauh, program ini menjadi upaya untuk mengubah potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pengembangan yang dilakukan secara terarah, desa diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga mampu tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Kepala DPMD Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, mengatakan pengembangan potensi desa saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Mayoritas desa di Kabupaten Serang telah memiliki potensi unggulan yang terus didorong untuk dikembangkan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Mayoritas desa sudah memiliki potensi yang didorong untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ada yang mengembangkan bioflok lele, nila, gurame, hingga desa melon, semangka, hidroponik, bahkan desa ayam petelur,” ujar Rudy.

Beragam potensi tersebut menunjukkan bahwa setiap desa memiliki peluang untuk berkembang dengan kekuatan yang berbeda-beda. Ada desa yang memiliki keunggulan di sektor perikanan, pertanian, peternakan, maupun sektor produktif lainnya.

DPMD Kabupaten Serang terus mendorong agar potensi tersebut tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang memiliki pasar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Salah satu contoh pengembangan desa tematik dapat dilihat di Desa Kibin, Kecamatan Kibin, yang mengembangkan usaha ayam petelur. Dari populasi sekitar 2.400 ekor ayam, usaha tersebut mampu menghasilkan sekitar 2.100 butir telur setiap hari.

Produksi tersebut sekaligus menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui potensi lokal desa. Tingginya permintaan pasar bahkan membuat produksi telur yang ada saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan konsumen.

“Permintaan sangat tinggi, bahkan banyak yang harus antre. Pedagang lebih memilih membeli langsung ke kandang karena harganya lebih murah dan kualitasnya lebih segar,” kata Rudy.

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa ketika potensi desa dikelola secara serius, sektor ekonomi yang awalnya berskala lokal dapat memiliki peluang pasar yang jauh lebih besar.

Karena itu, DPMD Kabupaten Serang tidak hanya mendorong desa yang telah memiliki sektor unggulan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada desa-desa yang masih mencari dan menentukan potensi terbaiknya.

Sepanjang 2026, pendampingan terus dilakukan melalui proses identifikasi potensi wilayah, dialog bersama pemerintah desa dan masyarakat, hingga penyusunan arah pengembangan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa.

Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap desa tidak sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar memilih sektor yang memiliki kesesuaian dengan sumber daya, kemampuan masyarakat, kondisi wilayah, serta peluang pasar.

“Kami melakukan pendekatan dengan berdialog langsung agar desa tidak lagi bingung menentukan arah pengembangan potensi mereka,” ujarnya.

Menurut Rudy, semakin baiknya infrastruktur dasar di wilayah perdesaan turut membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi. Kondisi tersebut perlu dimanfaatkan dengan perencanaan yang tepat agar potensi yang tersedia dapat memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan.

Pengembangan desa tematik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian desa. Ketika masyarakat mampu mengelola potensi yang dimiliki menjadi usaha produktif, maka perputaran ekonomi dapat tumbuh dari desa dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait menjadi kunci agar potensi tersebut terus berkembang. Pendampingan, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta akses terhadap pasar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang kuat.

Melalui desa tematik, Pemkab Serang optimistis setiap desa dapat menemukan dan mengembangkan “kekuatan” masing-masing. Dari potensi perikanan, pertanian, peternakan hingga berbagai inovasi lainnya, desa-desa di Kabupaten Serang memiliki peluang untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Dengan semangat menggali potensi, mengembangkan inovasi, dan memperkuat ekonomi masyarakat, pembangunan desa di Kabupaten Serang diharapkan semakin mampu menciptakan desa yang mandiri, produktif, sejahtera, dan berdaya saing.

DPMD Kabupaten Serang terus bergerak, mendorong potensi desa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat dan fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

(Advertorial)