SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mendorong pondok pesantren agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama dan pembentukan karakter, tetapi juga mampu mengembangkan kemandirian ekonomi melalui inovasi pertanian modern, kewirausahaan, dan pengembangan agroeduwisata. Upaya tersebut menjadi salah satu perhatian Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dalam mendorong pesantren berkontribusi lebih luas terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Serang saat menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Serang yang diselenggarakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Markaz, Kecamatan Waringinkurung, Jumat, 23 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas. Momentum Hari Santri Nasional dimanfaatkan untuk memperkuat semangat para santri agar terus meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan kreativitas, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Bupati Serang yang akrab disapa Ratu Zakiyah menegaskan bahwa santri harus memiliki semangat belajar yang tinggi dan disiplin dalam menuntut ilmu. Menurutnya, penguasaan ilmu agama perlu berjalan beriringan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar para santri memiliki bekal yang memadai untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan perpaduan pengetahuan tersebut, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berakhlak baik, memiliki kompetensi, dan berperan aktif dalam berbagai bidang pembangunan.
“Ini dalam rangka Hari Santri Nasional, saya sampaikan kepada para santri untuk terus menuntut ilmu dengan disiplin. Kuasai selain ilmu agama, ilmu pengetahuan dan teknologi juga harus dikuasai,” kata Ratu Zakiyah kepada wartawan.
Ia juga mendorong para santri untuk berani berinovasi, menghasilkan karya, dan meraih prestasi sesuai dengan potensi masing-masing. Menurutnya, santri memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah apabila dibekali pendidikan yang baik, keterampilan yang relevan, serta semangat untuk terus mengembangkan diri. Oleh karena itu, lingkungan pesantren diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan generasi muda.
“Kalau itu sudah dilakukan oleh para santri, khususnya di wilayah Kabupaten Serang, yang ujungnya adalah meraih prestasi, maka tentu dari generasi santri dan santriwati ini, insya Allah akan memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan di daerah, khususnya di Kabupaten Serang,” tegasnya.
Selain mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, Bupati Serang mengingatkan pentingnya pembentukan karakter melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan penghormatan kepada orang tua serta para pendidik. Ia menilai, keberhasilan dalam menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia. Karena itu, para santri diminta bersungguh-sungguh dalam belajar, baik di pondok pesantren, madrasah, maupun sekolah, serta senantiasa menghormati kiai, ustaz, ustazah, dan pengasuh pesantren.
Bupati berharap nilai-nilai kedisiplinan dan keteladanan tersebut menjadi fondasi bagi lahirnya generasi santri yang mampu menghadapi tantangan kehidupan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Pendidikan pesantren, menurutnya, memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap kemajuan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Zakiyah juga menyampaikan apresiasi kepada PT Kapal Api yang telah berkontribusi mendukung pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Serang melalui penyaluran tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Bantuan berupa pembagian susu kepada para santri tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi penerima sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada PT Kapal Api yang telah berkontribusi untuk memberikan, mendonasikan CSR-nya melalui pembagian susu untuk seluruh santri. Semoga bisa memberikan manfaat,” ujarnya.
Ponpes Al Markaz Jadi Contoh Pengembangan Ekonomi Pesantren
Salah satu hal yang menjadi perhatian Bupati Serang dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun ini adalah potensi pemberdayaan ekonomi di lingkungan pondok pesantren. Ia menilai, pengembangan unit usaha produktif di pesantren dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian lembaga pendidikan keagamaan sekaligus membekali santri dengan keterampilan yang bermanfaat setelah menyelesaikan pendidikan.
Menurut Ratu Zakiyah, masih terdapat pondok pesantren di Kabupaten Serang yang perlu didorong agar lebih optimal dalam mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan. Padahal, pesantren memiliki sumber daya, lingkungan, dan komunitas yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola melalui perencanaan yang baik, inovasi, serta kerja sama dengan berbagai pihak.
Atas pertimbangan tersebut, Pemkab Serang memilih Ponpes Al Markaz sebagai lokasi peringatan Hari Santri Nasional 2026 karena dinilai memiliki praktik pemberdayaan ekonomi yang dapat menjadi inspirasi bagi pesantren lainnya. Pengembangan agroeduwisata, penerapan pertanian modern, pembekalan keterampilan, dan pengenalan kewirausahaan menjadi bagian dari pendekatan yang dapat memperluas fungsi pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus pengembangan ekonomi produktif.
“Tapi di sini, di Pondok Pesantren Al Markaz, beda. Kenapa hari ini kami memilih Pondok Pesantren Al Markaz sebagai tempat untuk dilaksanakannya Hari Santri Nasional? Karena di sini telah menjadi contoh untuk pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Serang dalam pemberdayaan ekonomi, khususnya agroeduwisata yang nanti akan kita lihat. Di sini memberdayakan pertanian modern dan memberikan keterampilan modern untuk para santri sekaligus kewirausahaan,” ungkapnya.
Pengembangan agroeduwisata di lingkungan pesantren memiliki potensi untuk mengintegrasikan kegiatan pertanian, pendidikan, dan aktivitas ekonomi produktif. Melalui pendekatan tersebut, santri dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif, mulai dari mengenal praktik pertanian modern hingga memahami peluang usaha dan pengelolaan kegiatan ekonomi. Apabila dikembangkan secara konsisten, model ini berpotensi memperluas wawasan santri mengenai dunia usaha sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lebih produktif.
Bagi Pemkab Serang, penguatan ekonomi pesantren juga menjadi bagian dari upaya memperluas peran lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan daerah. Pesantren yang mampu mengembangkan usaha secara mandiri diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mendukung kegiatan pendidikan, meningkatkan keterampilan santri, serta membangun kemitraan dengan masyarakat dan pelaku usaha di sekitarnya.
Ratu Zakiyah pun mengajak pondok pesantren lain di Kabupaten Serang untuk menjadikan Ponpes Al Markaz sebagai salah satu rujukan dalam mempelajari dan mengembangkan program pemberdayaan ekonomi sesuai dengan potensi masing-masing. Ia membuka peluang bagi terjalinnya kerja sama dan pertukaran pengetahuan agar praktik baik yang telah dilakukan dapat dipelajari, disesuaikan, dan diterapkan oleh pesantren lain.
“Jadi patut kita contoh untuk seluruh pesantren yang ada di Kabupaten Serang. Silakan main ke Pondok Pesantren Al Markaz untuk menjalin kerja sama. Mungkin bisa juga nanti kita minta ilmunya, apa nih, supaya bisa berdaya bagi pesantren lain dalam meningkatkan perekonomiannya, sehingga semakin sejahtera dan bahagia tentunya,” katanya.

Ajakan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antarpesantren dalam memperkuat kemandirian ekonomi lembaga pendidikan keagamaan. Melalui pertukaran pengalaman, pengembangan jejaring, dan pemanfaatan potensi lokal, setiap pesantren diharapkan dapat menemukan model usaha yang sesuai dengan kondisi lingkungan serta kemampuan sumber daya yang dimiliki. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi pesantren tidak hanya bertumpu pada satu lembaga, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat lebih luas.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Serang tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Serang Uesul Qorni, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Serang, para alim ulama se-Kabupaten Serang, serta ratusan santriwan dan santriwati.
Melalui momentum Hari Santri Nasional, Pemkab Serang berharap santri semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berani mengambil peran dalam pembangunan. Pada saat yang sama, pesantren diharapkan terus memperkuat kemandirian melalui pengembangan kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan.
Pengembangan Ponpes Al Markaz sebagai contoh pemberdayaan ekonomi berbasis agroeduwisata diharapkan dapat menginspirasi lembaga pendidikan keagamaan lainnya untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Dengan dukungan pemerintah daerah, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat, pesantren di Kabupaten Serang diharapkan semakin berdaya, mandiri, dan mampu melahirkan generasi santri yang unggul dalam ilmu agama, terampil dalam kehidupan, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Serang. (Advertorial)



