TANGSEL – Prestasi olahraga tidak hanya dibangun melalui latihan di lapangan, tetapi juga dari kedisiplinan menjaga kondisi tubuh sehari-hari. Hal inilah yang terus ditekankan pelatih kepala cabang olahraga (cabor) atletik Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Digi Susandi, kepada para atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Digi yang menangani atlet lari nomor jarak menengah dan jauh menyebutkan, para atlet Tangsel kini terus mematangkan persiapan, baik dari sisi fisik maupun mental. Nomor yang menjadi fokus pembinaannya meliputi lari 800 meter, 1.500 meter, 3.000 meter, 5.000 meter, 10.000 meter, hingga maraton.

 

Menurutnya, perkembangan atlet sejauh ini menunjukkan hasil positif. Bahkan, berdasarkan catatan waktu latihan, sejumlah atlet sudah mendekati standar minimal nasional.

 

“Perkembangannya untuk catatan waktu, segala macam, alhamdulillah bagus. Dengan kondisi latihan yang ada, catatan waktu atlet sudah mendekati minimal nasional,” ungkap Digi, Selasa (3/11/2026).

 

Namun, bagi Digi, kemampuan fisik saja tidak cukup untuk menghasilkan atlet berprestasi. Kedisiplinan dalam menjaga pola makan dan waktu istirahat juga menjadi perhatian utama, terlebih sebagian besar atlet yang dibinanya masih berstatus pelajar SMP dan SMA.

 

Ia menjelaskan, latihan yang dijalani berlangsung pada pagi dan sore hari. Karena itu, kebiasaan atlet di luar jam latihan turut memengaruhi kondisi fisik dan performa mereka saat berlatih.

 

“Kita kontrol atletnya, karena anak-anak ini banyak yang masih SMA. Jadi tidurnya, makannya, kita kontrol semuanya. Kalau pagi latihannya tidak maksimal, bisa jadi istirahat dan makannya kurang baik,” jelasnya.

 

Bahkan, para pelatih turut mengingatkan atlet agar membatasi penggunaan telepon genggam pada malam hari dan tidak mengorbankan waktu istirahat. Kedisiplinan tersebut menjadi bagian dari pembinaan yang diterapkan selama persiapan menuju Porprov.

 

Menariknya, pembinaan atletik Tangsel tidak hanya berorientasi pada kompetisi tahun ini. Digi menyebutkan, komposisi atlet saat ini berasal dari berbagai jenjang usia, mulai dari pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa.

 

Menurutnya, keberadaan atlet-atlet muda tersebut menjadi modal penting untuk membangun regenerasi dan menjaga keberlanjutan prestasi atletik Kota Tangerang Selatan pada masa mendatang.

 

“Perkembangannya akan panjang. Kita mengembangkan atlet-atlet atletik di Tangsel, mulai dari yang kecil-kecil. Jadi pembinaannya terus berjalan,” tuturnya.

 

Menghadapi Porprov VII Banten 2026, Digi memasang target juara umum untuk cabor atletik. Ia juga menegaskan bahwa atlet yang dipersiapkan merupakan putra-putri yang berasal dari Kota Tangerang Selatan.

 

“Kalau targetnya juara umum, kita target juara umum. Mudah-mudahan tercapai, karena kita atlet Tangsel memang benar atlet Tangsel. Tidak ada atlet dari daerah lain,” tegasnya.

 

Selain mengejar prestasi dan medali, Digi berharap para atlet dapat menjalani setiap pertandingan dengan semangat dan memberikan kemampuan terbaik. Pengalaman bertanding tersebut juga diharapkan menjadi bekal berharga bagi masa depan atlet, termasuk sebagai portofolio prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

 

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di ajang Porprov VII Banten 2026.