Mencetak Guru Berintegritas, UT Serang Perkuat Karakter Mahasiswa PPG Lewat Kegiatan Keagamaan
Redaksi
Trending
Serang — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Terbuka (UT) Serang menggelar kegiatan penguatan karakter melalui pendekatan keagamaan bagi mahasiswa PPG tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama bulan suci Ramadan ini menjadi langkah strategis dalam membentuk calon guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan keteladanan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua pertemuan yang dirancang sebagai ruang pembelajaran reflektif. Mahasiswa diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai spiritual, moral, dan etika sebagai fondasi utama dalam menjalankan profesi pendidik. Hal ini sejalan dengan tuntutan pendidikan modern yang menempatkan guru sebagai figur inspiratif sekaligus agen pembentukan karakter.
Pada pertemuan pertama yang digelar Senin, 2 Maret 2026, narasumber Yus Alvar Saabighoot, M.Pd. menyampaikan materi bertajuk “Menjadi Guru yang Digugu dan Ditiru sebagai Implementasi Pendidikan Karakter.” Ia menegaskan bahwa profesi guru merupakan amanah besar yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan kepribadian generasi masa depan.
“Guru yang digugu adalah sosok yang ucapannya dipercaya karena selaras dengan tindakannya, sedangkan guru yang ditiru adalah mereka yang perilakunya menjadi teladan. Kunci utamanya adalah integritas,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menjalankan profesi sebagai bentuk pengabdian jangka panjang yang bernilai tidak hanya secara duniawi, tetapi juga sebagai amal berkelanjutan. Menurutnya, konsistensi antara nilai yang diajarkan dan praktik kehidupan sehari-hari menjadi indikator utama kualitas seorang pendidik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama, shalat Maghrib berjamaah, serta makan bersama. Momen tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antar mahasiswa dan civitas akademika dalam suasana penuh kebersamaan.
Pertemuan kedua berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, menghadirkan narasumber Mohamad Arif Rahmansyah, M.Pd. dengan materi “Dari Ritual ke Perilaku: Membangun Karakter Guru Abad 21.” Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya transformasi nilai-nilai keagamaan dari sekadar praktik ritual menjadi perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai dalam ibadah seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan empati sosial harus tercermin dalam perilaku guru. Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan, tetapi harus diteladankan,” jelasnya.
Ia juga mengangkat tantangan pendidikan di era digital, seperti meningkatnya ketergantungan pada gawai, menurunnya interaksi sosial, serta lunturnya nilai sopan santun. Dalam konteks tersebut, guru dituntut menjadi aktor kunci dalam membangun lingkungan belajar yang positif melalui keteladanan, pembiasaan, serta pendekatan edukatif berbasis nilai.
Seperti pada pertemuan sebelumnya, kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan ukhuwah di antara peserta.
Direktur UT Serang, Ajat Sudrajat, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan karakter merupakan elemen fundamental dalam pendidikan profesi guru. Ia menyampaikan bahwa lulusan PPG UT diharapkan tidak hanya kompeten secara akademik dan pedagogik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.
“Lulusan PPG harus mampu menjadi guru yang berakhlak, berintegritas, dan menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Karakter yang baik akan menjadi identitas sekaligus kekuatan dalam menjalankan profesi,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, UT Serang menegaskan komitmennya dalam mencetak guru profesional yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pendidikan berkelanjutan dalam menghasilkan pendidik yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai luhur dalam dunia pendidikan. (Red)
Redaksi
Made With ❤ CopyrightⒸ2022 Cadasbanten.co.id