Serahkan DPA 2026, Bupati Serang Ratu Zakiyah Dorong OPD Target 100 Hari Kerja
Regional
Redaksi
Trending
Banten-, Dalam rangka memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi penyakit menular yang dapat berujung pada Kejadian Luar Biasa (KLB), Dinas Kesehatan Provinsi Banten menggelar kegiatan “Penguatan Surveilans dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR)” bertempat di Aula B, Gedung A, Dinkes Provinsi Banten. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan kabupaten/kota, Puskesmas, serta perwakilan rumah sakit, dengan antusiasme tinggi untuk meningkatkan kesiapsiagaan sektor kesehatan di Banten.
Di tengah tantangan meningkatnya mobilitas masyarakat, perubahan iklim ekstrem, serta munculnya penyakit menular baru, SKDR hadir sebagai sistem vital untuk deteksi dan respon dini terhadap sinyal KLB. Aplikasi SKDR yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan memungkinkan pelaporan penyakit menular secara mingguan dan realtime dalam kurun waktu 1×24 jam pasca-kejadian atau munculnya rumor.

Hingga minggu ke-17 tahun 2025, capaian implementasi SKDR di Provinsi Banten menunjukkan hasil menggembirakan. Seluruh 8 kabupaten/kota telah mencapai target nasional dalam aspek kelengkapan (>90%) dan ketepatan (>80%) pelaporan. Bahkan, capaian persentase kabupaten/kota yang memberikan respon terhadap sinyal kewaspadaan mencapai 100%. Namun demikian, indikator respon verifikasi sinyal <24 jam baru terpenuhi oleh 62,5% wilayah, di mana Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, dan Kota Serang masih harus meningkatkan kecepatan responsnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten menekankan pentingnya membangun sistem yang tangguh dan menyeluruh. “Tujuan dari penguatan ini bukan sekadar meningkatkan angka pelaporan, melainkan bagaimana kita membangun sistem yang responsif, terintegrasi, dan mampu mengambil tindakan tepat waktu. Kita ingin memastikan bahwa setiap sinyal penyakit, sekecil apapun, dapat segera dideteksi, dianalisis, dan ditindaklanjuti demi mencegah meluasnya wabah dan melindungi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor. Peserta diajak berdiskusi tentang tantangan dan solusi, serta strategi penguatan yang dapat diterapkan, seperti optimalisasi surveilans berbasis masyarakat, penerapan pendekatan One Health, peningkatan kualitas data penyakit menular, hingga sinergi lintas sektor dan program.
Dengan sinergi antara teknologi, sistem, dan sumber daya manusia yang berkomitmen, Dinas Kesehatan Provinsi Banten optimis mampu menghadapi tantangan penyakit menular secara lebih tanggap dan efektif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kesiapsiagaan bukan hanya jargon, melainkan komitmen nyata demi kesehatan masyarakat Banten yang lebih baik. (Advertorial ISKKPL Dinas Kesehatan Provinsi Banten)