Serahkan DPA 2026, Bupati Serang Ratu Zakiyah Dorong OPD Target 100 Hari Kerja
Regional
Redaksi
Trending
Pulau Panjang, Kabupaten Serang (cadasbanten.co.id) — Sebanyak 50 anggota Persatuan Wartawan Nusantara (PWN) dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten melakukan kunjungan eksploratif ke Pulo Panjang pada Sabtu (25/04/25).
Kegiatan ini bertujuan menggali potensi lokal sekaligus mendorong sektor wisata, pendidikan, perikanan, kesehatan dan transportasi demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan warga.
Selain observasi lapangan, rombongan wartawan juga menggelar bakti sosial dengan membagikan 150 bingkisan kepada anak-anak di Kampung Peres, tak jauh dari dermaga utama. Momen ini disambut antusias oleh masyarakat dan menjadi bentuk nyata kontribusi PWN terhadap wilayah terpencil.
Ketua PWN, Binter, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas jurnalistik, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial. “Pulau Panjang memiliki potensi besar yang belum tergarap optimal. Kami ingin mendorong perhatian lintas sektor agar pembangunan di sini lebih merata,” ungkapnya.
Kecamatan Pulo Panjang terdiri dari satu kelurahan dan enam kampung, dengan mayoritas warga bekerja sebagai nelayan serta petani kelapa dan pisang. Kondisi geografisnya yang terpisah dari daratan membuat akses transportasi terbatas, namun tetap fungsional melalui perahu dan kendaraan roda dua.
Di bidang pendidikan, tersedia dua sekolah dasar negeri—SD Pulo Panjang 1 dan 2—serta dua lembaga pendidikan swasta tingkat menengah, MTS Al-Ittihad dan MA Ibnu Abas. Meski minim fasilitas, semangat belajar masyarakat tetap tinggi.
Fasilitas kesehatan masih terbatas dengan hanya satu unit Puskesmas yang melayani seluruh kampung. Untuk kebutuhan harian, warga mengandalkan warung sembako yang tersebar di beberapa titik strategis.
Ketua PWN menyebut bahwa pihaknya juga akan berkunjung ke rumah Lurah Pulo Panjang, Ratu Bilkis, yang telah memimpin lebih dari tiga tahun. “Kami akan menginap satu malam. Ini jadi kesempatan untuk berdialog langsung dengan warga dan mendengar aspirasi mereka,” ujar Binter.
Pulau Panjang juga menyimpan nilai sejarah menarik. Diyakini terbentuk akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1888, pulau ini konon menjadi tempat persembunyian Suku Bugis Mandar saat badai angin utara melanda. Nama-nama kampung di wilayah ini pun sarat makna filosofis yang mencerminkan sejarah lokal.(*)