Waspada Pancaroba, BPBD Kota Tangerang Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Cuaca Ekstrem

Memasuki masa peralihan musim dari hujan menuju kemarau atau pancaroba, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu. Kondisi ini ditandai dengan suhu panas yang terik di siang hari, namun berpotensi disertai hujan lebat, angin kencang, hingga petir pada waktu tertentu.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, fase pancaroba merupakan periode yang rawan terjadinya cuaca ekstrem. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengimbau masyarakat untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

“Penggunaan pelindung seperti topi, payung, maupun tabir surya sangat disarankan guna menghindari risiko kesehatan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Selain perlindungan dari panas, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi asupan cairan. Hal ini penting untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan akibat meningkatnya suhu udara selama pancaroba.

Di sisi lain, potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir juga perlu diantisipasi. Dalam kondisi tersebut, warga diminta untuk menghindari area terbuka serta menjauhi pohon besar, bangunan rapuh, dan infrastruktur yang berpotensi roboh.

“Warga diimbau untuk tidak berada di ruang terbuka saat terjadi hujan petir, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipatif, masyarakat juga dianjurkan untuk rutin memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi pemerintah maupun aplikasi layanan publik seperti TangerangLive. Melalui platform tersebut, warga dapat memperoleh informasi terkini sekaligus panduan menghadapi kondisi darurat.

BPBD Kota Tangerang menegaskan bahwa kesiapsiagaan berbasis informasi dan kesadaran masyarakat merupakan faktor penting dalam mengurangi dampak risiko bencana, khususnya di masa pancaroba yang penuh dinamika ini. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam mengikuti imbauan, diharapkan masyarakat dapat tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman. (Advertorial)