Duta Baca Apresiasi Peluncuran Enam Buku Karya Guru dan Siswa MAS Nurul Hidayah Bojonegara

SERANG – MAS Nurul Hidayah Bojonegara meluncurkan enam judul buku karya guru dan siswa dalam kegiatan Tasyakuran Kelulusan Tahun Pelajaran 2024/2025 yang digelar di lingkungan Yayasan Nurul Hidayah, Bojonegara, Kabupaten Serang, Sabtu (14/6/2025).

Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah sekaligus bentuk apresiasi terhadap karya yang dihasilkan oleh guru dan peserta didik.

Duta Baca Banten Beri Apresiasi Kepada Para Penulis

Pembina Gerakan Literasi Sekolah (GLS) MAS Nurul Hidayah, Suherman, S.T., M.M., yang juga dikenal sebagai Leo Ikals dan merupakan Duta Baca Banten, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca dan menulis, tetapi juga membangun citra positif Bojonegara melalui karya.

“Selama ini Bojonegara masih sering dikaitkan dengan berbagai cerita mistis yang berkembang di masyarakat. Saya berharap ke depan citra itu bisa bergeser. Bojonegara harus dikenal sebagai daerah yang melahirkan penulis, kreator, tokoh pendidikan, dan orang-orang hebat yang berkarya. Buku-buku ini menjadi bukti bahwa anak-anak Bojonegara memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan melalui literasi,” ujar Suherman.

Menurutnya, karya tulis merupakan salah satu cara efektif untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun peradaban berbasis pengetahuan.

Kepala MAS Nurul Hidayah Bojonegara, Imadul Huda, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa peluncuran buku merupakan hasil dari proses pembelajaran yang menempatkan literasi sebagai bagian dari budaya madrasah.

“Kami ingin peserta didik tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya. Kehadiran enam buku ini menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan dan keberanian untuk menuangkan gagasan, pengalaman, dan pemikirannya dalam bentuk tulisan,” katanya.

Sementara itu, Pengawas Madrasah dari Kementerian Agama Kabupaten Serang, Hj. Lila Rohilah, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi konsistensi madrasah dalam mengembangkan program literasi.

Menurutnya, budaya menulis perlu terus didorong karena dapat membentuk karakter peserta didik yang kritis, kreatif, dan produktif.

“Apa yang dilakukan MAS Nurul Hidayah patut diapresiasi. Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan mengolah gagasan menjadi karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Peluncuran enam buku karya guru dan siswa tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Tasyakuran Kelulusan Yayasan Nurul Hidayah Tahun Pelajaran 2024/2025. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen madrasah dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi melalui karya dan prestasi di bidang literasi.