Peresapan dan Pemanenan Air Hujan, Upaya DLH Kota Tangerang Tekan Krisis Air di Masa Depan  

Kota Tangerang – Hari Air Sedunia atau World Water Day diperingati pada tanggal 22 Maret setiap tahun. Hari ini dibuat oleh PBB dan dirayakan sejak 1993. Hari Air Sedunia berfokus pada pentingnya air tawar. Hari tersebut bertujuan untuk mengangkat masalah air yang hampir dialami oleh semua negara dan tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis air global dan untuk memotivasi publik dan memberikan dukungan dalam konservasi air dengan mengurangi penggunaan keran air sepanjang hari.

Pada tahun 2023 ini, Hari Air Sedunia ditetapkan oleh PBB berfokus mengangkat isu untuk mempercepat perubahan dalam mengatasi krisis air dan sanitasi. Kampanye global di tahun 2023 ini dinamakan ‘Be The Change’ untuk mendorong masyarakat di seluruh dunia mengambil peran dalam menggunakan, mengkonsumsi dan mengelola air.

Terkait dengan isu krisis air di dunia, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang melalui Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup telah banyak membangun teknologi peresapan air, antara lain : Biopori, Biopori super jumbo, Sumur resapan dan Kolam retensi.

“Metode yang digunakan yaitu ada biopori yang terdiri dari biopori konvensional, biopori jumbo dan super jumbo. Biopori ini kedalamannya mencapai hingga satu meter. Lalu, sumur injeksi kedalamannya hingga 40 meter dan kolam retensi yang akan menampung debit air tergantung dengan lokasi existing yang akan kami bangun baik dari lebar, panjang, dan kedalamannya,” Kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Tihar Sopian.

Adapun maksud dilaksanakan penerapan teknologi peresapan adalah untuk melakukan pelestarian fungsi sumber daya air agar tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk kebutuhan makhluk hidup dan untuk menjaga tinggi muka air tanah sehingga tidak terjadi penurunan air tanah karena berkurangnya air pada lapisan akuifer.

Beberapa fungsi dari sumur resapan antara lain: meminimalisir genangan air hujan, mengurangi resiko banjir, menambah cadangan air tanah dan menjaga kelembaban tanah di sekitarnya serta merupakan salah satu cara untuk mempercepat perubahan dalam mengatasi krisis air dan sanitasi.

Tihar memaparkan, salah satu program Dinas Lingkungan Hidup yang sejak tahun 2017 dilaksanakan adalah Program Kampung Iklim. Kampung-kampung iklim telah dikenalkan dan disosialisasikan penerapan biopori super jumbo sebagai upaya konservasi air ke dalam tanah sekaligus menghasilkan kompos. Selain itu upaya konservasi air tetap terus dilaksanakan hingga sekarang.

Pada tahun 2022 Dinas Lingkungan Hidup berinovasi dengan membangun sebanyak 2 (dua) buah kolam retensi dan sumur injeksi di wilayah RW. 08 Kelurahan Cipadu Jaya Kecamatan Larangan dan RW. 08 Kelurahan Cimone Jaya Kecamatan Karawaci Kota Tangerang. Kolam retensi ini sesuai dengan perencanaannya dilengkapi dengan sumur injeksi sebanyak 2 (dua) buah sedalam ± 40 meter dan terasering ± 30 cm – 50 cm di setiap kolam.

Selain pembuatan kolam retensi dan sumur injeksi, pada tahun 2022 DLH Kota Tangerang juga membuat biopori super jumbo sebanyak 1.676 unit yang tersebar di 26 kelurahan yang ada di Kota Tangerang. Berikut adalah beberapa upaya konservasi air yang telah dan akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup:

Upaya lainnya dalam konservasi air yang sudah dilakukan oleh DLH Kota Tangerang adalah dengan menerapkan penampungan air hujan (PAH) sebagai upaya pemanenan air hujan untuk dapat digunakan sebagai air siraman tanaman, sumber air baku air bersih, untuk pembersihan lingkungan, untuk mengurangi air melimpas ke lingkungan sebagai penyebab banjir/genangan air dan fungsi lainnya.

Sebanyak 125 unit tong plastik yang berasal dari perusahaan-perusahaan disumbangkan kepada Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kota Tangerang, untuk dapat dijadikan sebagai saran penampungan air hujan (PAH) yang selanjutnya dibagikan kepada masyarakat Kota Tangerang melalui RW – RW yang masuk dalam program kampung iklim pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2022 (Advertorial)

Leave a Reply