Dinas Sosial Provinsi Banten Perkuat Kolaborasi Stakeholder dalam Penguatan Kampung Siaga Bencana

Serang – Dinas Sosial Provinsi Banten terus berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bersama pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) dari delapan kabupaten/kota se-Banten, Dinsos mendorong lahirnya strategi kolaboratif lintas sektor yang mampu menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung A ini diikuti 40 pengurus KSB. Forum ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi juga wadah berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik antar daerah. Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Dicky Hardiana, menegaskan pentingnya menghasilkan rekomendasi yang aplikatif.

“Kami berharap pengurus KSB dapat saling bertukar ilmu, menyusun gagasan bersama, dan menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan secara efektif untuk penanggulangan bencana di Banten. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama: pemerintah, swasta, dan masyarakat,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Zainal Abidin, Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinsos Banten, menjelaskan bahwa KSB lahir dari kebutuhan masyarakat di wilayah rawan bencana. Relawan yang berasal dari beragam latar belakang profesi membuktikan dedikasi meski dengan keterbatasan logistik.

“Harapannya, KSB dapat membangun sinergi lebih erat dengan stakeholder, termasuk perusahaan melalui program CSR, sehingga penanggulangan bencana tidak hanya dibebankan pada pemerintah,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten. Kepala Markas PMI, Embay Bahriyah, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor.

“PMI memiliki mandat undang-undang untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana, pelayanan darah, serta penguatan SDM. Sinergi antara PMI, Dinsos, Dinkes, dan lembaga lainnya perlu dijalankan secara terintegrasi, dengan pemerintah sebagai koordinator utama,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum KSB Provinsi Banten, Beni Madsira, menegaskan pentingnya jejaring komunikasi relawan. Menurutnya, meski tanpa dukungan operasional rutin, KSB tetap menjadi garda terdepan saat bencana melanda.

“Relawan KSB selalu hadir di lapangan sesaat setelah bencana terjadi. Kami terus membangun komunikasi dengan stakeholder, termasuk media, agar laporan bencana dapat segera tersampaikan dan ditangani,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Provinsi Banten memperkuat peran KSB sebagai benteng pertama masyarakat dalam menghadapi bencana. Dengan sinergi pemerintah, swasta, PMI, media, dan masyarakat, diharapkan penanggulangan bencana di Banten dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan menyeluruh. (ADVERTORIAL)